Selasa, 09 Juli 2019

BAHAS BUKU: 40 CARA MENGATASI MASALAH_Abdul Malik Al-Qasim


40 CARA MENGATASI MASALAH
Abdul Malik Al-Qasim
anassekuduk
Bandung: Irsyad Baitus Salam


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على 
سيّدنا محمد صلى الله عليه وسلم
وعلى اله وصحبه اجمعين, امّابعد
a.       INTRO>>>>>>> 
            Pada tulisan berikut, saya akan menuliskan beberapa kutipan dari buku Abdul Malik Al-Qasim berjudul “40 Cara Mengatasi Masalah”. Siapakah di kehidupan dunia yang tidak dilanda masalah, terlepas besar ataukah kecilnya? Buku ini menyajikan cara yang dapat kita aplikasikan ketika menghadapi masalah. Pada tulisan kali ini, saya hanya akan mengambil beberapanya saja, selebihnya silakan merujuk lansung ke buku yang dimaksud.
صلى الله عليه وسلم[anassekuduk]

b.       THE CONTENT>>>>>>>>>>
Banyak beristighfar
مَنْ اَكْثَرَ مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللهُ عَزَّوَجَلَّ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا
وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ
Barangsiapa banyak beristighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dari setiap kesulitan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan memberinya rizki dari arah yang disangka-sangkanya.”

Beristirja’ saat mendapat musibah
Dalam HR. Muslim dari Ummu Salamah dijelaskan bahwa siapa yang membaca lafal istirja sebagaimana dapat dilihat dalam QS. Al-Baqarah: 156, maka Allah akan memberikan ganti yang lebih baik.
Renungkanlah keadaan Ummu Salamah ra yang beristirja’ saat kematian suaminya, Abu Salamah. Maka Allah memberikan ganti atas musibah itu dengan sesuatu yang lebih baik: ia dinikahi Rasulullah Saw.

Banyak Berdzikir kepada Allah Swt

Termasuk penyebab yang dapat melapangkan dada dan melenyapkan kesusahan, khususnya pada saat musibah datang menimpa diri ialah banyak berdzikir kepada Allah Swt setiap waktu dan kesempatan. Allah berfirman dalam Ar-Ra’d: 28 bahwa hanya dengan mengingatNya hati menjadi tenang. Atau ingatlah lafal dalam QS. 173 yang dibaca Nabi Ibrahim ketika dilempar ke dalam api.

Bersegera Mengerjakan Shalat
Bersegeralah mengerjakan shalat, karena sesugguhnya shalat dapat merehatkan jiwa dan menenangkan hati, dan termasuk pintu pertolongan untuk menghadapi musibah dunia dan penderitaannya. Allah Swt berfirman dalam Al-Baqarah: 45: “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”
Dahulu Rasulullah Saw pernah mengatakan dalam sabdanya:
اَرِحْنَابِالصَّلَاةِ يَابِلَالُ
Hai Bilal, hiburlah kami dengan shalat.”
Dalam shalat kita dapat mengadukan keluhan dan kesedihan kepada Allah Swt yakni dalam sujud, memperlihatkan kehinaan kepadaNya, dan merendahkan diri di hadapanNya. Maka demi Allah, sesungguhnya hal ini merupakan nikmat yang besar di tengah-tengah berbagai kesulitan dan kesedihan, juga merupakan kebahagiaan dan kesenangan dengan bermunajat kepada Allah Swt dalam mengarungi kehidupan yang sulit ini.

Mengucapkan Doa-doa yang Telah Dituntunkan
........




Bersyukur bahwa Musibah yang Menimpa Bukan Menyangkut Agama
Musibah itu berbeda-beda dan setiap keadaan mempunyai kadarnya masing-masing. Akan tetapi, musibah yang paling besar ialah menyangkut agama. Musibah yang menyangkut agama merupakan musibah dunia dan akhirat yang paling besar dan merupakan kerugian yang tiada keuntungan sesudahnya serta keterhalangan yang tiada lagi harapan bersamanya. Anda tentu merasa heran saat menjumpai seorang wanita mengalami kesedihan dan kesusahan karena suaminya menikah lagi dengan wanita lain. Beberapa bulan sebelumnya sang suami memasukkan ke dalam rumahnya minuman keras dan perkara yang mungkar, namun sang istri tidak mengalami kesusahan dan kesedihan seperti saat suaminya menikah lagi dengan wanita lain, padahal menikah lagi merupakan perkara yang dibolehkan syariat. Karena itu, MahaSuci lagi MahaBesar Allah, karena norma-norma sudah terbalik. 

Mengatasi Masalah Bukan Berarti Melenyapkan dan Menghapuskannya Sama Sekali
Bila terjadi musibah seperti thalaq, misalnya, maka penyelesaiannya cukup hanya sampai batasannya agar tidak tersiar, karena hal tersebut akan membahayakan, dan hubungan menjadi buruk sesudah perceraian, terlebih lagi bila telah ada anak-anak. Adakalanya problem perceraian ini dapat diobati, sehingga suami kembali pada istrinya, ibu ke rumahnya, atau anak-anak ke rumah mereka. Dan cukup sebagai pengobatannya dengan tidak menyebarkan masalah perceraian tersebut dan tidak menyiarkannya agar tidak menambah tajam situasinya.
Seandainya ada seorang pasien patah tangannya, lalu ia datang kepada dokter, maka sang dokter akan membalutnya dengan gips agar penyembuhannya terjadi sedikit demi sedikit, sementara rasa sakitnya tidak mungkin langsung hilang sama sekali. Selanjutnya, pasien diberi obat penenang agar balutannya tetap berlangsung dan proses penyembuhan dapat terjadi dengan cara yang alami.

Tidak Membiarkan Masalah Menyita Seluruh Waktu Anda
Tidak diragukan lagi bahwa problema yang Anda alami cukup parah dan besar sebagaimana yang Anda kira, namun hal itu bukan segala sesuatunya. Karena itu, jangan sampai ia mengambil segala sesuatunya dari Anda; dan jangan sampai problema itu menyita sebagian besar waktu dan pemikiran Anda, sehingga membuat diri Anda terjerumus ke dalam problema lain, yaitu terbengkalainya urusan orang lain dan menambah kekhawatiran dan kegoncangan pada diri Anda.
Tempatkanlah problema itu pada kedudukan yang semestinya dan tunaikanlah semua pekerjaan Anda sebagaimana biasanya. Bahkan jadikanlah bagi Anda tambahan waktu untuk merehatkan jiwa Anda dengan menemui para kenalan dan teman-teman, sehingga Anda dapat mengembalikan kelapangan dan kegembiraan yang telah hilang dari diri Anda.

Biarkan Waktu dan Zaman Berlalu
Waktu merupakan bagian dari pengobatan, bahkan adakalanya waktu semata dapat dijadikan sebagai obat. Hari-hari berlalu bagaikan awan; dan malam-malam berjalan tidak pernah berhenti. Yang meninggal dilupakan; wanita yang diceraikan menikah lagi; anak kecil yang tumbuh menjadi besar; dan sang ibu terhibur dengan bayi yang disusuinya; dan hanya kepada Allah diminta pertolongan.

Maka biarkanlah hari-hari berlalu, dan carilah amal shalih yang dapat mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya, karena sesungguhnya hari-hari memegang perannya, dan nafas terus bekerja sampai ajalnya. Selanjutnya, datanglah penghapus kesenangan membawa kalbu yang penuh dengan kesusahan, akal yang lelah dengan pemikiran, kemudian datanglah pembalasan dan perhitungan. Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan hanya kepadaNya kita akan dikembalikan.

Sekian, untuk lebih lanjut silakan rekan merujuk ke buku ini. Recomended. Moga tulisan kali ini bermanfaat. 
Salam takzim, anassekuduk
            Selesai, Sekuduk: Senin, 10-7-2019_05.10..






BAHAS BUKU: SELAGI MASIH MUDA_Dr. A’IDH AL-QARNI


SELAGI MASIH MUDA
Bagaimana Menjadikan Masa Muda Begitu Berharga
Dr. A’IDH AL-QARNI



anassekuduk
Solo: Al-Aqwam
344 hlm; 20,5 cm
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على سيّدنا محمد صلى الله عليه وسلم وعلى اله وصحبه اجمعين, امّابعد
a.       INTRO>>>>>>> 
            Pada tulisan berikut, saya akan menuliskan beberapa kutipan dari buku Dr. A’idh Al-Qarni yang berjudul “SELAGI MASIH MUDA: Bagaimana Menjadikan Masa Muda Begitu Bermakna”. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca dan dimiliki oleh rekan-rekan. Bacalah, cernalah, serap nutrisi gizi dari buku ini. Harapannya, kutipan tulisan dari buku ini dapat menjadi bahan renungan dan moga bermanfaat kepada rekan pengunjung blog ini.   
صلى الله عليه وسلم[anassekuduk]
suatu ketika mendampingi kontingen FASI kec. Sejangkung


b.       THE CONTENT>>>>>>>>>>
Lemah Cita-cita
Banyak di antara pemuda menganggap dirinya “di luar peta”, mengganggap orang-orang tidak melihatnya, dan mengganggap tugas dibebankan kepada orang lain.
Jika Anda bertanya kepadanya, “Mengapa kamu tidak menempa diri agar menjadi mufti di daerahmu?” Ia tentu menjawab, “Kita sudah cukup dengan qadhi (hakim-hakim) agama.”
“Mengapa Anda tidak menjadi khatib (penceramah agama)?” Ia tentu menjawab, “Penceramah-penceramah banyak tersebar.”
Lalu di mana posisi Anda? Apa peran Anda dalam hidup ini? Apa yang akan Anda katakan kelak kepada Allah bila Anda dimintaiNya pertanggungjawaban? Bacalah firman Allah dalam QS. Al-Qiyamah: 14-15.
Para pemuda sungguh banyak. Mereka memiliki emosi (perasaan-perasaan), cita-cita, dan derita-derita untuk umat ini. namun, banyak di antara mereka yang tidak tahu kemana dituangkannya perasaan-perasaannya itu atau bagaimana cara menuangkannya. Hal seperti ini berdampak negatif ketika kita melakukan pekerjaan.
Tidak mesti setiap kita menjadi khatib, dai atau penyair. Tidak. Sebab berbagai bidang terbentang di hadapan dan banyak jalan berbuat baik bisa dilakukan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 60.
Yang penting, Anda melihat beberapa potensi dan kemampuan Anda. Selanjutnya bergerak untuk kemajuan Islam, sebatas potensi dan kemampuan Anda itu.

Inferiority Complex, Nggak Pe-De
Kita semua adalah orang-orang yang selalu salah, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang-orang yang bertaubat. Karenanya, pintu taubat selalu terbuka sampai matahari terbit dari barat.
Banyak di antara pemuda yang mendapat hidayah, padahal dulunya sering berbuat kemaksiatan. Pemuda yang mendapat hidayah ini dulunya selalu melakukan hal-hal negatif. Mulai mencambuk dirinya sendiri dan mengkhawatirkannya, merasa dirinya hina dan tak pantas berbuat kebaikan apa pun.
Apabila Anda katakan kepadanya, “Mengapa kamu tidak menjadi dai, khatib, atau penceramah?” Ia berkata, “Saya? Setelah melakukan perbuatan-perbuatan kriminal dan melalui masa lalu yang buruk itu saya memimpin umat? Saya tidak sanggup. Carilah orang selain saya!”
Pemuda ini masih saja membenturkan dirinya sampai rela terhina dengan hasil yang sedikit. Sehingga ia berada dalam peran negatif dalam kehidupan dakwah dan sikap komitmen disebabkan oleh kekhawatirannya tersebut.
Mestinya, seorang pemuda harus berani melakukan kebaikan dan memotivasi dirinya untuk mendobrak berbagai kesulitan. Ia harus menunjukkan bahwa dia mampu melakukannya dengan bantuan kekuatan dan kekuasaan Allah Azza wa Jalla.
Ia mesti ingat bahwa sahabat-sahabat Nabi yang senior seperti Umar ra dulu pernah menyembah berhala dan melakukan dosa-dosa besar. Namun setelah bertaubat, mereka pun benar-benar berpindah menuju posisi-posisi yang tinggi di alam ghaib dan tingkatan-tingkatan ibadah (penghambaan kepada Allah).
Anda mesti mengetahui bahwa Allah senang dengan taubat hambaNya. Ketika Anda datang kepada Allah dengan membawa dosa-dosa besar sebesar bumi ini, kemudian Anda bertaubat, niscaya Allah Swt datang kepada Anda dengan ampunan sebesar itu juga.
Nabi Isa As pernah melihat orang yang berbuat maksiat, lalu dibawanya orang itu ke Baitul Maqdis. Ketika mereka berdua sampai, orang yang berbuat maksiat ini berkata. “Wahai Isa, tinggalkan aku. Aku takut mengotori Baitul Maqdis ini.”
Kemudian Allah mewahyukan kepada Isa as, “Beritahukan kepada orang yang berbuat maksiat itu, bahwa Aku telah mengampuninya. Demi keagungan dan kemuliaanKu, di sisiKu ucapannya sungguh lebih baik daripada ibadah 70 tahun.”
Imam Ahmad pernah ditanya, “Apakah seorang hamba tetap begitu saja sampai merasa sempurna, kemudian baru berdakwah ke jalan Allah?” Ia menjawab, “Wah.....siapa orang yang sempurna?”
Karenanya,, ayo wahai pemuda Islam! Banyak bidang yang membutuhkan Anda sekalian. Jangan sampai kalian mudah percaya dengan berbagai hasutan dan kesesatan.

Komitmen yang Harus Dimiliki Generasi Muda
Dalam bahasan ini, penulis mengemukakan empat komitmen:
a.       Komitmen dalam Berakidah
Seorang mukmin mengemban sebuah risalah (ajaran) dan prinsip. Dia senantiasa menyadari bahwa kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, tentang tugasnya dalam mengemban akidah ini. hendaknya, ia mempersiapkan jawaban yang akan dia kemukakan di hadapanNya. Komitmen akidah ini dapat kita lihat dalam QS. At-Taubah: 111.
Kadang seorang mukmin melepas sebagian dari nilai akidahnya atau sesuatu dari akar akidahnya, karena takut atau hendak memenuhi keinginan manusia. Hal ini merupakan kesalahan besar. Silakan renungkan kisah Habib bin Zaid ra menghadapi Musailamah Al-Kadzdzab, si nabi palsu. Abdullah bin Hudzaifah As-Sahmi menghadapi raja Persia. Begitu pula Khubain bin Adi ra ketika menghadapi tiang gantungan. [Saya sarankan cari dan bacalah bagaimana kisah mereka mempertahankan akidah hingga nyawa meninggalkan raga. anassekuduk]  

b.       Komitmen Pribadi
Hendaknya kita menjadi seorang yang alim dan mengetahui cara berbicara yang baik, percaya kepada diri sendiri, dan terbebas dari segala bentuk perbudakan kepada selain Allah Swt.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang beriman yang lemah”, (HR. Muslim)
Suatu ketika, Ummul Mukminin Aisyah melihat sekelompok pemuda yang berjalan dengan gontai, lemas, loyo, dan bermalas-malasan. Hal itu menandakan mereka sangat lemah _mereka adalah sekelompok pemuda yang ahli ibadah, ahli zuhud, dan ahli qana’ah.
Aisyah ra bertanya, “Apa yang terjadi dengan sekelompok pemuda itu?” Ada yang menjawab, “Pada pemuda itu adalah orang-orang ahli ibadah, ahli qana’ah dan ahli zuhud.” Aisyah ra berkata, “Demi Allah yang jiwaku berada di dalam genggamanNya, sesungguhnya Umar (bin Khattab) adalah orang yang lebih banyak ibadahnya, lebih hebat zuhudnya dan lebih takut kepada Allah daripada mereka. Namun apabila Umar ra memukul, pukulannya menyakitkan. Apabila dia berbicara, pembicaraannya didengarkan. Dan apabila dia berjalan, maka jalannya cepat.”
Maka, berpeganglah kita kepada kekuatan pribadi kita ketika berbicara, bergerak dan ketika berjalan.

c.       Komitmen dalam Penampilan
Hendaknya kita memakai pakaian yang rapi, indah, dan menarik, sehingga di hadapan manusia kita dianggap sebagai seseorang yang sarat nilai-nilai keagamaan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada para sahabatnya, “Perbaikilah kendaraan dan pakaian kalian. Sehingga kamu kelihatan seolah-olah menjadi aroma yang tersebar di tengah-tengah manusia.” (HR. Abu Daud, Ahmad, dan Hakim).
Maka, di sini saya mengharapkan kepada diri saya dan kepada saudara-saudara saya para generasi muda, agar senantiasa memakai wewangian dan mengenakan pakaian yang rapi, indah, dan menarik. Pakaian yang memperlihatkan kedisiplinan dan agama mulia nan agung. Kita juga tidak membenarkan golongan sesat dari penganut sufi, yang penampilannya berantakan, yang mencemarkan nama baik agama dan mencoreng muka agama itu sendiri.

d.       Komitmen pada Ambisi yang Luhur
Dalam melakukan shalat, kita tidak rela kecuali dengan shalat yang paling sempurna, paling khusyu’, dan paling bagus. Dalam menuntut ilmu, kita tidak rela kecuali ilmu yang sampai hingga akar-akarnya dan kita benar-benar profesional serta ahli di bidang tersebut. Dalam hal spesialisasi, kita tidak rela kecuali kita menjadi seorang pakar yang nomor 1 di dalamnya. Maka saya mengharapkan kepada saudara-saudara kita, supaya mereka menjadi para imam. Hendaknya mereka menjadi para mufti masa depan. Dalam waktu dekat ini mereka menjadi para imam mujtahid yang akan membimbing umat ini dengan fatwa mereka, firman Allah Swt dan sabda Rasulullah Saw.
 
Suatu sudut di Pulau Haji Sani: "kadang untuk menyaksikan keindahan, butuh perjuangan dan pengorbanan...tapi manisnya kan terus terkenang, anassekuduk
Dosa yang (Seharusnya Tidak) Menghalangi
Generasi muda menjadikan dosa-dosa yang mereka lakukan sebagai sarana dan perantara. Mereka juga meninggalkan lapangan dakwah, disebabkan oleh dosa yang cukup banyak.
Saya pernah menemui seorang pelaku dosa. Saya memintanya agar aktif dalam lapangan dakwah pada Allah Swt, agar dia ikut andil dalam berceramah, ikut serta dalam beramar makruf nahi munkar atau pengajian. Agar ia juga aktif memberikan kata-kata yang sejuk dan baik serta ikut dalam menasihati saudara-saudaranya. Namun, dia malah mengatakan, “Saya ini adalah seorang pendosa, dan orang seperti saya tidaklah pantas untuk berdakwah dan berceramah kepada manusia.”
Fenomena ini adalah sebuah kesalahan yang sangat diwaspadai para ulama. Allah Swt berfirman:
.................وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا
وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٢١)
Sekiranya tidaklah karena karunia Allah Swt dan rahmatNya kepada kamu sekalian, niscaya tidak ada seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya. Allah Mahadengar lagi MahaMengetahui.” (QS. An-Nur: 21)
Setiap kita pernah berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang bertaubat. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللهَ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُّذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُلَهُمْ          
Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, kalau sekiranya kamu tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kamu. Kemudian Allah akan mendatangkan kaum selain kamu. Mereka berbuat dosa, dan mereka meminta ampun kepada Allah, lalu Allah mengampuni mereka.” (HR. Muslim)
Maka jangan sampai kita berhenti beramar makruf nahi munkar dengan alasan kita adalah seorang pendosa. Dalam kitab Talbis Al-Iblis, Abul Faraj Ibnul Jauzi mengatakan, “Sungguh Iblis telah berhasil membujuk rayu sebagian ahli ibadah. Dia melihat kemungkaran, tetapi tidak mencegahnya. Lalu orang tadi berkata, “Yang mencegah kemungkaran dan yang menyuruh kebaiakn adalah orang yang sudah bagus dan baik. Sementara saya belum baik betul, bagaimana mungkin saya menyuruh orang lain?” Hal ini adalah sebuah kesalahan, karena dia seharusnya mencegah kemungkaran dan menyuruh kepada yang makruf.”
Pada jilid ke 10 kitab Al-Fatawa, ketika Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah berwasiat kepada Abul Qasim Al-Maghribi, “Bahwa seorang hamba pasti melakukan kesalahan dan dosa adalah sebuah kemestian yang ada pada diri seorang hamba. Namun dia harus meminta ampun kepada Allah, sehingga seseorang tidak beralasan (untuk tidak melakukan kebaikan), hanya karena ia telah berdosa.”

Mengasingkan Diri dari Masyarakat
Salah satu problema ialah mengasingkan diri dari masyarakat dengan alasan mereka penuh dengan kemaksiatan. Semua orang berbuat dosa dan kesalahan merajalela. Orang itu berkata,”Berlarilah dengan agamamu, sebagaimana kamu berlari dari seekor singa.” Seorang lagi berkata dengan beralasan sebuah hadits: “Kamu harus memperhatikan dirimu sendiri”.
Seorang lagi ada yang mengemukakan alasan dengan sabda Rasulullah Saw, “Hampir saja yang menjadi harta paling baik bagi seorang muslim itu adalah kambing yang dia ikuti terus di puncak-puncak gunung dan di lorong-lorong kampung dan pedesaan. Dia berlari dengan agamanya dari berbagai fitnah yang menghadang.” (HR. Bukhari)
Kita mendapatinya hanya berjalan dari rumahnya menuju masjid, namun tidak peduli dengan keadaan masyarakatnya. Dia tidak peduli dengan studinya, kuliahnya, dan bahkan tidak peduli dengan pasar. Hal ini adalah sebuah kesalahan, karena dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah Saw bersabda:
اَلْمُؤْمِنُ الّذِيْ يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الّذِيْ لَا ُخَالِطُهُمْ وَلَايَصْبِرُ عَلَيْهِمْ   
Orang yang bergaul dengan manusia dan bersabar terhadap cobaan mereka, lebih baik daripada orang yang tidak bercampur dengan manusia dan tidak sabar terhadap cobaan mereka.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)
Ini merupakan fenomena yang bertentangan dengan realitas dakwah para nabi. Sungguh, mereka tidaklah diutus di gua-gua. Orang yang mengasingkan diri dengan agamanya adalah orang yang telah berbuat jahat dan menjelekkan citra Islam. Kecuali dalam beberapa fase tertentu, dalam beberapa keadaan tertentu dan bagi orang-orang tertentu saja.
Hendaknya seorang hamba bertaqwa kepada Rabbnya dan tidak mengasingkan diri dari saudara-saudaranya kaum beriman. Karena di sana  masih banyak hamba-hamba Allah yang shalih, gemar berpuasa, ahli ibadah, dan gemar berbuat kebajikan. Maka pergaulilah mereka, cegahlah kemungkaran dan suruhlah kepada kebaikan.
Memang, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Taimiyah seorang hamba itu ada kalanya harus menyendiri dengan dirinya sendiri pada waktu-waktu tertentu. Supaya berdzikir, berdoa kepada Allah dan mengintrospeksi dirinya. Namun, secara prinsip, dia harus bergaul dan membaur dengan masyarakat luas, seperti melakukan shalat jamaah, shalat Jum’at, dan shalat-shalat hari raya. Juga dianjurkan agar dia berbaur dan bergaul dengan mereka dalam berbagai pengajian dan ceramah keislaman.

Muslimah Enggan Berdakwah
Masalah lainnya zaman ini adalah sempit dan sedikitnya peran serta muslimah dalam mengemban dakwah islamiyah. Bahkan kebanyakan dari mereka tidak pernah aktif dalam lapangan dakwah. Mereka beralasan bahwa dakwah, amar makruf nahi munkar adalah tugas kaum lelaki. Allah Swt berfirman dalam QS. At-Taubah: 71 :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ
 عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
 أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٧١)
71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Jadi, seorang muslimah juga berkewajiban untuk mengemban dakwah dan beramar makruf nahi munkar. Beban yang diemban kaum muslimah juga sama seperti beban yang diemban lelaki.
Siapakah yang mengajak kaum wanita ke jalan Allah selain kaum muslimah itu sendiri? Siapa pula yang akan mengajari kaum wanita selain para muslimah? Ini adalah amanat langsung dari Nabi Muhammad Saw di pundak kaum muslimah.
Sejarah Islam mencatat kontribusi kongkrit dari kaum muslimah yang senantiasa tegar sebagai seorang juru dakwah. Mereka mencegah kemungkaran dan menyuruh kepada kebaikan, seperti Khadijah binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Ummu Imarah, Nusaibah binti Kaab, Fatimah binti Sa’id bin Musayyib dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga Allah meridhai mereka semua.
Bahkan di sepanjang sejarah, kita bisa menemukan banyak sekali kaum muslimah yang berprofesi sebagai seorang pengajar, penceramah, ahli tafsir, ahli hadits, dan ahli fiqih. Mereka senantiasa mengajar dan membimbing kaum wanita. Dakwah kaum muslimah bisa berupa dakwah dalam lingkungan keluarganya, di lingkungan keluarga suaminya, dan tetangganya.
Sekian, untuk lebih lanjut silakan rekan merujuk ke buku ini. Recomended. Moga tulisan kali ini bermanfaat. 
Salam takzim, anassekuduk

            Selesai, Sekuduk: Senin, 9-7-2019_23.35..





BAHAS BUKU: SEMBUH DENGAN SATU TITIK dr. WADDA’ A. UMAR


SEMBUH DENGAN SATU TITIK
dr. WADDA’ A. UMAR



anassekuduk
Solo: Al-Qawam
Xvi + 258 hlm; 14x20,5 cm
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على سيّدنا محمد صلى الله عليه وسلم وعلى اله وصحبه اجمعين, امّابعد
a.       INTRO>>>>>>> 
            Bekam adalah salah satu terapi yang sudah lama dipraktikkan. Dalam bahasan Thibbun Nabawi, bekam atau hijamah ini memiliki tempat yang cukup istimewa. Saya sendiri mulai berkenalan dengan terapi ini pada tahun 2009, melalui seorang teman sekaligus adik angkatan sewaktu kuliah di jurusan PAI FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, namanya Zainuddin, atau biasanya saya panggil wawan. Alhamdulillah dan syukran bos wawan sudah mengajak saya untuk berkenalan dengan dunia “berdarah” ini. :D ... Adapun yang menjadi guru kami saat itu adalah seorang wanita istimewa; kami mengenalnya dengan panggilan Mbak Puji, seorang terapis yang saat itu sudah membuka tempat praktik/klinik di sebuah ruko di daerah Ciputat, tidak jauh dari kampus UIN. Mbak Puji ialah seorang terapis yang telah menuntut ilmu terapi dan herbalisme kepada Tn. Haji Ismail, empunya HPA Malaysia. Jazakillah Mbak Puji untuk ilmunya, moga Allah Swt memberkahi hidup mbak dan ilmu yang sudah dibagikan kepada kami, serta dibalas dengan pahala dan ridhoNya di dunia dan akhirat nanti.
            Pada tulisan kali ini, saya akan sedikit mengangkat bahasan tentang cara kerja terapi bekam. Hal ini kadang muncul dalam benak saya, “Bagaimana sih sebenarnya cara kerja terapi bekam ini? Adakah penjelasan yang memuaskan dari segi ilmiah, atau setidaknya dari pendahulu yang telah mempraktikkan terapi ini, berkaitan hal tersebut? Karena jujur saja, ketika ada pasien yang bertanya, bekam ini bekerjanya bagaimana, saya biasanya hanya bisa menjawab bahwa bekam ini adalah proses pengeluaran darah kotor. Dalam bacaan selanjutnya yang saya dapatkan dari konsep TCM, bahwa bekam ini ada hubungannya dengan konsep keseimbangan Yin dan Yang, aspek terapi lewat sentuhan/penekanan/rangsangan terhadap titik meridian pada daerah yang dibekam. 

Selanjutnya adalah bahwa dalam proses bekam kadang muncul semacam kabut di gelas bekam yang kemudian saya dapatkan penjelasannya, itu merupakan gas patogen. Sehingga aspek kesembuhan dalam bekam, untuk sementara berdasarkan pengalaman, dan bacaan yang masih sangat sedikit ini, dapat saya rumuskan beberapa hal; terapi bekam itu membantu kesembuhan melalui keluarnya darah kotor, keluarnya gas patogen, dan rangsangan terhadap meridian atau proses penyeimbangan terhadap kondisi yin/hipo/defisiensi atau yang/hiper/ekses tubuh pasien.

bekam di titik kepala menurut pengalaman saya termasuk yang sering diminta, terutama yang sering mengalami pingsan (cutam dalam bahasa Melayu Sambas)

gelas/kop bekam yang berkabut menandakan adanya gas patogen pada tubuh pasein, anassekuduk

Lewat buku tulisan dr. Wadda’ A. Umar ini, pertanyaan yang selama ini bergentayangan rasanya mendapatkan jawabannya. Semoga kutipan tulisan ini bermanfaat bagi rekan pengunjung blog anassekuduk ini yang kebetulan memiliki rasa keingintahuan yang sama, baik itu sebagai seorang terapis, pasien, atau siapa saja yang ingin sekadar menambah ilmu atau wawasannya.
Saya menghimbau rekan pengunjung dan pembaca untuk sejenak merenungkan, bahwa bekam sebagai salah satu pengobatan sunnah, dilakukan Nabi Saw, bahkan dalam beberapa hadits yang dapat dibaca di buku ini merupakan salah satu pengobatan terbaik, pengobatan yang dianjurkan oleh para malaikat kepada Rasulullah Saw dalam peristiwa isra’ mi’raj _merupakan bukti kebenaran dan kesempurnaan ajaran Islam, bukti Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmah dari Allah Swt, kebenaran syariat yang dibawa Rasulullah Saw. Dengannya diharapkan kita akan semakin mencintai agama ini, mencintai Allah Swt, menyanjung Rasulullah Saw, menghargai dan menghormati diri sendiri, mensyukuri kewujudannya dengan sedapat mungkin menjaga kesehatan dan kesejahteraannya dengan cara yang sesuai syariat, dan menyerahkan jiwa raga dalam sebulat semampu mungkin di jalanNya, memenuhi hak dan kewajiban kepadaNya.
صلى الله عليه وسلم[anassekuduk]

b.       THE CONTENT>>>>>>>>>>
Cara Kerja Bekam
                                      Tulisan ini saya kutip dari halaman 61 dst dari buku ini, silakan merujuk langsung ke buku ini untuk mendapatkan penjelasan yang utuh.
                                      .........Allah Swt menciptakan alam semesta, termasuk organ dan fungsi tubuh manusia dalam keadaan seimbang. Namun kadang-kadang terjadi ketidakseimbangan baik dalam bentuk kelebihan/ekses ataupun kekurangan/defisiensi fungsi.
                                      Agar fungsi tubuh kembali seimbang, maka harus dilakukan penyeimbangan kembali. Bagian yang berlebihan, dikurangi. Bagian yang berlebihan, ditambah. Bagian tubuh yang sangat berperan dalam menyeimbangkan itu adalah: hormon, darah, limfe, dan syaraf. Menurut falsafah tradisional, masih ada satu lagi yang ikut menyeimbangkan fungsi tubuh yaitu meridian, atau dalam istilah pengobatan kuno Arab disebut habl.
                                      Meridian adalah gambaran sistem saluran dalam tubuh yang terdiri dari saluran yang membujur dan melintang pada seluruh tubuh, yang menghubungkan: permukaan tubuh dengan organ, organ dengan organ, organ dengan jaringan penunjang, jaringan penunjang satu dengan lainnya, tubuh bagian kanan dengan bagian kiri, tubuh bagian atas dengan bawah, luar dengan dalam, organ tubuh dengan anggota gerak, sehingga membentuk suatu kesatuan yang saling berhubungan atau beraksi bersama-sama apabila mendapatkan rangsangan penyakit dari luar tubuh atau penyakit dari dalam tubuh. Melalui meridian inilah mengalir energi yang disebut chi, yang berperan dalam menyeimbangkan fungsi tubuh tadi. Dengan mengaktifkan titik-titik dari meridian, maka energi chi akan mengalir sepanjang meridian menuju bagian tubuh yang tidak seimbang atau mengalami kelainan, selanjutnya ia akan mengembalikan bagian tubuh ke kondisi sehat seperti semula.
                                      Dengan demikian, meridian berfungsi sebagai tempat masuknya penyakit atau patogen dari luar tubuh, sehingga bila ada penyakit yang masuk maka meridian akan berperan mengusirnya. Bila patogen tersebut sangat kuat, maka meridian akan mengalami kelainan. Di samping itu, meridian juga merupakan manifestasi fenomena organ-organ, baik yang normal maupun tidak normal. Sebab, setiap ada kelainan pada meridian, maka dapat ditularkan ke dalam organ. Kelainan pada tubuh yang satu dapat mempengaruhi bagian tubuh yang lain, atau bahkan seluruh tubuh. Karena itu, dengan mengaktifkan titik-titik pada meridian, akan mengalirlah energi chi dari satu tempat ke tempat lain, dari permukaan organ jaringan, sehingga dapat mencapai seluruh organ tubuh, tulang belakang, otot, tendon, fascia, kulit bulu dan jaringan lain. Dengan demikian, akan bisa menyembuhkan bagian tubuh yang sakit.
                                      Sedangkan titik meridian atau titik tho’ adalah titik tempat munculnya meridian-meridian dalam tubuh. Titik ini berbeda dengan titik dari jaringan pembuluh darah, limfe maupun syaraf yang dapat terlihat pada anatomi tubuh manusia. Titik meridian merupakan titik imajiner yang tidak terlihat. Namun, fungsinya bisa dibuktikan dengan penyuntikan suatu radioisotop pada titik meridian dari organ tertentu, yang ternyata bisa dilihat pada organ dari meridian tersebut. Secara tradisional, titik meridian bisa dibuktikan dengan menekan bagian tubuh, bila tepat pada titik meridian, maka bagian yang ditekan akan terasa ngilu.
                                      Bekam adalah cara pengobatan dengan membekam titik-titik di permukaan kulit. Titik yang dibekam bisa berupa titik akupuntur, akupresur, refleksi, titik tung, tho’ dan sebagainya. Namun, yang sedang berkembang di Indonesia adalah membekam pada titik-titik meridian akupuntur dan titik-titik bekam Nabi (Prophet Potent Point).
gambaran titik meridian pada tubuh manusia, di sepanjang garis ini chi beredar. di samping itu ada juga titik khusus yang tidak berada di jalur meridian seperti tergambar pada model tersebut
                                      Titik meridian adalah bagian tertentu dari tubuh yang sangat sensitif. Di tempat tersebut banyak impuls biolistrik, yang menurut tradisional Cina, impuls listrik itu disebut chi, dan di Jepang disebut ki. Dalam kedokteran Arab kuno disebut tho’. Ada yang menyebutnya trigger point, titik ah shi, tender point, potent point, dan lain sebagainya. Dari penelitian ternyata titik itu mengandung kumpulan syaraf dan motor-neuron dan pembuluh darah mikrovaskuler. Titik ini juga disebut motor point yang terletak pada perlekatan otot syaraf (neuromuscular attachments). Otot-otot dengan titik tadi mempunyai keistimewaan karena mengandung banyak mitokondria, banyak pembuluh darah, warnanya lebih merah, mengandung banyak mioglobin, dan sebagian besar menggunakan metabolisme oksidasif sehingga tahan dari kelelahan. Jaringan di sekitar titik juga sangat istimewa karena banyak mengandung mast sel dan kelenjar limfe, kapiler dan venula halus yang merupakan sel untuk pertahanan tubuh. Juga banyak ditemukan bundle dan pleksus saraf. Dengan demikian, titik-titik tadi sangat sensitif dengan rangsangan bekam. Asalkan bekam dilakukan tepat di titik-titik tadi, maka akan terjadi proses pada kapiler dan arteriola, peningkatan jumlah leukosit, limfosit dan sistem retikulo-endothelial, pelepasan ACTH, kortison, endorphin, enkefalin, dan faktor humoral lain. Juga, terjadi efek anti peradangan, penurunan serum lemak trigliserida, fosfolipidia dan kolesterol LDL, merangsang proses lipolisis jaringan lemak dan mengatur kadar glukosa darah agar normal.
                                      Jadi, proses penyembuhan terjadi apabila bekam dilakukan pada titik-titik meridian tadi, di mana titik ini akan bekerja langsung pada sistem endokrin, metabolisme dan peningkatan sistem imunitas. Selain itu, apabila seseorang membekam titik ini, maka akan terjadi pelepasan zat neurokimia seperti endorphin yang bisa mengurangi nyeri. Nyeri ini akan hilang disertai dengan peningkatan oksigen dan aliran darah dari titik yang dibekam tadi. Ini menyebabkan otot menjadi rileks dan tercipta kesehatan.

                                      Secara mudah, titik meridian ini bisa diibaratkan tombol listrik yang bila dipijat akan mengalirkan listrik ke seluruh tubuh. Jadi, dari titik itulah energi chi akan mengalir ke seluruh tubuh. Demikian juga patogen atau penyakit dari organ tubuh akan dialirkan melalui organ yang bersangkutan. Dan, energi chi inilah yang menjaga sistem keseimbangan dan homeostatis tubuh. Energi chi ini terbentuk dari sari makanan dan dari udara paru-paru. Makanan diolah dalam lambung, sisa makanannya dibuang dalam bentuk urin dan feses. Sari makanan bersama hawa udara bersih dan oksigen, bertemu di paru-paru, berubah menjadi energi chi. Lalu energi chi menyebar ke seluruh tubuh bersama cairan tubuh, sehingga manusia dapat melakukan kegiatan. Sebagian energi tersebut disimpan dalam ginjal. Menurut TCM (Traditional Chinese Medicine/konsep pengobatan tradisional China), ginjal merupakan sumber cadangan energi paling besar, yang akan digunakan jika tubuh memerlukan, baik untuk kelangsungan hidup, maupun diturunkan (genetik) pada generasi berikutnya.
                                      Selain itu, pada setiap proses penghisapan kulit, akan diikuti dengan pengumpulan jaringan bawah kulit, dan darah dengan segala komponen yang ada di bawah kulit. Ini berpotensi menyembuhkan penyakit. Penghisapan akan merangsang syaraf-syaraf pada permukaan kulit. Rangsangan ini akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spino thalamikus ke arah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsangan akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan refleks intubasi simpatis, sehingga menimbulkan intubasi nyeri secara general melalui siklus endorphin dan segmental simpatis. Efek lain yang ditimbulkan adalah pengumpulan darah di bawah kulit yang disertai dengan dilatasi pembuluh darah kulit, peningkatan kerja jantung sekaligus membuka pori-pori kulit. Sedangkan akibat tekanan negatif yang ditimbulkan dari penghisapan menyebabkan congesti pasif dari jaringan lokal di permukaan superfisial dan meningkatkan dilatasi pembuluh darah. Ini akan meningkatkan volume aliran darah dan mempercepat sirkulasi darah, sehingga suplai darah ke kulit menjadi lebih baik, Dengan demikian, sel-sel di permukaan kulit dan jaringan bawah kulit dapat dipertahankan daya vitalitasnya. Pengaruh lainnya adalah terjadinya peningkatan suhu lokal, menguatnya kekuatan, daya tahan tubuh serta imunitas. Ini akan menjaga tubuh dari serangan penyakit.
                                      Pada bekam basah/hijamah damamiyah/hijamah rothbah, di mana setelah penghisapan kulit akan dilanjutkan dengan mengeluarkan darah, maka suhu kulit di area lokal akan meningkat. 


contoh bekam basah....titik sanyinjio, anassekuduk
darah bekam biasanya kental dan bervvarna agak gelap
Hal ini disertai dengan dilatasi kapiler, peningkatan permeabilitas pembuluh darah, sehingga menghasilkan perbaikan sirkulasi darah, membuang statis darah, membuang patogen angin dan patogen basah, melancarkan chi dan darah, membuang patogen dingin dan meredakan nyeri. Di bawah efek penghisapan dan penarikan kulit karena tekanan negatif ini, akan terjadi penekanan titik-titik tadi tepat di bawah kulit di sepanjang meridian. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa efek terapi tidak hanya mengenai bagian permukaan kulit yang dibekam saja, tetapi bisa menembus ke dalam jaringan di bawahnya. Dengan demikian, terapi bekam ini akan bekerja di sepanjang meridian; dari permukaan tubuh dengan organ, organ dengan organ, organ dengan jaringan penunjang, jaringan penunjang satu dengan lainnya, tubuh bagian kanan dengan bagian kiri, tubuh bagian atas dengan bawah, dan seterusnya.
                                      Penjelasan panjang lebar di atas juga menjawab mengapa kulit yang dibekam. Secara singkat karena di kulitlah beradanya titik meridian tadi. Anassekuduk

KONSEP PENGUATAN DAN PELEMAHAN
                                      Apabila bagian (titik) tubuh yang nyeri ditekan semakin nyeri, maka bagian tersebut terindikasi mengalami ekses (fungsi berlebihan). Akan tetapi, jika titik ditekan terasa enak atau berkurang nyerinya, maka ini menandakan bagian tersebut mengalami penurunan fungsi (defisiensi).
Contoh kasus; di daerah punggung di sekitar ikat pinggang terasa nyeri. Setelah ditekan ternyata bertambah nyerinya, berarti meridian kandung kencing mengalami hiperfungsi, maka harus dilakukan pelemahan pada meridian kandung kencingnya. Caranya adalah dengan membekam pada punggung yang nyeri. Apabila penyakitnya kuat, maka dilemahkan dengan membekamnya selama 15-30 menit. Bila penyakitnya lemah, maka dikuatkan dengan pembekaman selama 5-15 menit. Untuk alat bekam yang dilengkapi dengan magnet (biasanya berwarna merah dan biru): maka magnet merah untuk menguatkan dan biru untuk melemahkan. Bisa juga; apabila penghisapan menggunakan api, maka fungsinya untuk menguatkan. Sedangkan penghisapan dengan udara melemahkan.
Sekian, untuk lebih lanjut silakan rekan merujuk ke buku ini. Recomended. Moga tulisan kali ini bermanfaat. 
Salam takzim, anassekuduk
            Selesai, Sekuduk: Senin, 8-7-2019_00.30..




KHUTBAH JUM'AT: SEMANGAT TAHUN BARU HIJRIYAH DAN MUHASABAH

                اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ َوَرَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّهِ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُوْهُ وَنَعُوْذُ ب...