Jumat, 23 April 2021

AL-I'TIRAF (KUTIPAN DARI NASHAIHUL IBAD)

suatu malam di langit Sejangkung...dishoot oleh ponakan (M. Safari Ariga)

Abu Nuwas mengatakan dalam syairnya[1]:

Apabila dosaku dihitung, sungguh sangat banyak sekali

Tetapi rahmat Tuhanku lebih luas daripada dosaku

Aku tidak mengharapkan apa-apa

dari amal baik yang kulakukan

Aku hanya mengharapkan rahmat Allah

Dialah Allah

Sang Pemberi nikmat yang telah menciptakan aku

Sesungguhnya

aku adalah seorang hamba yang tunduk

dan merendahkan diri kepada-Nya

apabila Allah memberikan ampunan,

itu adalah rahmat

Jika terjadi yang lain, maka aku tak dapat berbuat apa-apa

 

Rasulullah Saw pernah bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ لَايُوْقِفَهُ اللهُ عَلَى قَبِيْحِ أَعْمَالِهِ وَلَايَنْشُرَلَهُ دِيْوَانًا فَلْيَدْعُ بِهَذَا الدُّعَاءِ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ وَهُوَ: اَللَّهُمَّ إِنَّ مَغْفَرَتَكَ أَرْجَى مِنْ عَمَلِى وَإِنَّ رَحْمَتَكَ أَوْسَعُ مِنْ ذَنْبىِ اَللَّهُمَّ إِنْ لَمْ أَكُنْ أَنْ أَبْلُغَ رَحْمَتَكَ فَرَحْمَتَكَ أَهْلٌ أَنْ تَبْلُغَنِى لِأَنَهَا وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Barangsiapa menghendaki agar Allah tidak menghisab amalnya dan tidak pula membeberkannya di hadapan semua makhluk, maka hendaknya ia berdoa dengan doa berikut ini setiap selesai melakukan shalat: ‘’ (Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu lebih aku harapkan daripada amalku dan sesungguhnya rahmat-Mu lebih luas daripada (banyaknya) dosaku. Ya Allah, apabila aku bukan termasuk mereka yang berhak untuk meraih rahmat-Mu, maka rahmat-Mu tentu dapat meraihku karena rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.)”[2]

 

 



[1] Nashaihul Ibad, Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi (Muhammad Nawawi Al-Bantani), Penerbit Irsyad Baitussalam. Hal. 188

[2] Nashaihul Ibad, Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi (Muhammad Nawawi Al-Bantani), Penerbit Irsyad Baitussalam. Hal. 189

Kamis, 15 April 2021

RAMPAI RISALAH RAMADHAN: MAKNA BERKAH DALAM SAHUR

 

RAMPAI RISALAH RAMADHAN

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Alhamdulillah Washshalatu Wassalamu ‘ala Rasulillah.

Marhaban Ya Ramadhan, betapa bahagianya hati ini masih dipertemukan Allah Swt dengan bulan nan mulia ini. Bahwa doa yang kita panjatkan: Allahumma bariklanaa fii Rajaab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan itu terkabulkan. Tak lain dalam hati berharap semoga Ramadhan kali ini lebih baik yang lalu. Moga bisa merasakan manisnya ibadah dan didikan Syahru Shiyam ini.

MAKNA BERKAH DALAM SAHUR

Bulan Ramadhan tak diragukan lagi ialah bulan yang amat istimewa. Bagaimana tidak, di bulan ini pintu langit/surga dibukakan, pintu neraka ditutup, syetan-syetan pula dibelenggu. Ada pula beragam amaliyah sunnah serta suasana batin yang ada di bulan ini yang kiranya tidak kita temukan di bulan lainnya, salah satu di antaranya ialah sunnah bersahur. Marilah kita simak sabda Rasulullah Saw terkait amaliyah yang satu ini:

رَوَى الشَّيْخَانِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُوْرِ بَرَكَةً

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Anas ra, ia berkata: “Rasulullah Saw bersabda: ’Bersantap sahurlah kalian, sebab dalam sahur itu terdapat barakah.’”[1]

Kesunnahan bersahur dan menyegerakan berbuka juga dapat dilihat dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya:

          لَاتَزَالُ أُمَّتِيْ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السَّحُوْرَ

          “Umat saya selalu dalam kebaikan, selama mereka segera berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Dalam Kifayatul Akhyar disebutkan bahwasanya sunatnya sahur itu sudah merupakan ijma’ ulama, dan kesunatan itu sudah diperoleh walau dengan sedikit makan atau minum air. Dalam kitab sahih Ibnu Hibban, juga dalam kitab Syarah Muhazzab Imam Nawawi terdapat hadits berbunyi:

تَسَحَّرُوْا وَلَوْ بِجُزْعَةِ مَاءٍ

“Sahurlah walau dengan seteguk air.”

Imam Rofi’i menyatakan waktu sahur ialah tengah malam (malam sudah lewat separoh).[2]

Kembali ke judul dari tulisan ini, apakah makna berkah yang dimaksud sebagaimana juga tertera dalam HR. Bukhari-Muslim dari Anas ra di atas?

Makna di dalam sahur itu terdapat berkah memiliki beberapa maksud: Pertama, dengan santap sahur yang walaupun sedikit dapat membantu melaksanakan puasa. Kedua, maksud berkah di sini ialah bahwa anjuran sahur itu tidak memberatkan/tidak wajib. Ketiga, melaksanakan puasa dengan penuh ketaqwaan karena sahur menghasilkan tenaga untuk beribadah dan mencegah melakukan akhlak tercela yang timbul karena rasa lapar. Keempat, berkaitan dengan perkara-perkara bersifat ukhrawi karena melaksanakan pekerjaan sunnah dapat menghasilkan pahala dan tambahannya.[3]

Al-Qadhi ‘Iyadh berkata mungkin berkah sahur bagi yang melakukannya tidaklah sama dengan melakukan dzikir, shalat atau amalan lainnya, yang seandainya tidak melakukan sahur seseorang akan terus tertidur dan meninggalkan semua amal tersebut.[4]

Imam Rofi’fi menyatakan hikmah mengakhirkan sahur itu adalah agar kita kuat menjalani puasa.[5] Orang-orang yang bersahur juga didoakan oleh Allah Swt dan para malaikat sebagaimana ditakhrij Imam Ahmad dari Abu Said Al-Khudri bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kamu meninggalkannya walaupun salah seorang di antara kalian meneguk satu tegukan air karena

(فَإِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُسَحَّرِيْنَ), Allah dan para malaikat-Nya mendoakan orang-orang yang sahur.[6]

Hendaknya tidak berlebihan saat bersahur. Karena perut yang kekenyangan bisa menyebabkan seseorang tidak dapat menggunakan waktunya secara optimal. Hal ini karena kekenyangan menyebabkan timbulnya rasa malas dan lemas, hingga tujuan berpuasa jadi hilang karena terlalu banyak makan sementara di antara tujuan berpuasa ialah agar ia dapat merasakan lapar dan meninggalkan hal-hal yang menggugah selera.[7]

(mulai diketik +- 22.30, 12 April 2021. Selesai +-01.35, 13 April 2021)

foto: dokumentasi pribadi anassekuduk/nasrullah
tour dakwah MTs dan MA. M. Basiuni Imran Sambas di Sebelitak (IMG20180128102459)

Catatan tambahan: 

Pada entry yang diberi judul “Rampai Risalah Ramadhan” ini, kami ingin merekam dalam bentuk tulisan bersitan pikiran, ide, refleksi atau kutipan referensi yang ada kaitannya dengan poin-poin yang diangkat dengan tema tertentu yang menurut kami menarik, unik, atau penting untuk dikaji dari bulan yang istimewa ini. Di bahasan yang memang terkait kutipan atau memerlukan rujukan, kami berusaha menulis dengan tetap mengajukan referensi. Akan tetapi maaf jika kurang memuaskan atau memadai karena koleksi buku yang terbatas yang kami miliki di rumah. Jadi, Anda bisa menambah bacaan dari sumber lain jika memerlukan uraian lebih lanjut. Sekian kiranya untuk sekadar pembuka kata. Tentu tulisan ini tak lepas dari khilaf dan kekurangan, karenanya diawali dengan bismillah, juga dengan harapan moga usaha ini bermanfaat dan bernilai amal jariyah, kami juga berharap pengunjung melakukan kajian ulang, atau telusuran lebih lanjut jika menemukan hal yang perlu dikonfirmasi atau dicari pembandingnya. Moga Allah Swt memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan yang lurus dan benar. Memberikan hidayah dan inayah-Nya dalam setiap gerak raga dan batin kita. Amin.

Salam takzim, anassekuduk/nasrullah.

(mulai diketik +- 22.30, 12 April 2021. Selesai +-01.30, 13 April 2021)

 



[1] Ringkasan Riyadhush Shalihin (diringkas oleh Syaikh Yusuf An-Nabhani dari kitab Riyadush Shalihin karya Imam Nawawi), Penerbit: Irsyad Baitus Salam, Bandung. Hal, 234

[2] Terjemah Kifayatul Akhyar jilid 1 (judul asli: Kifayatul Akhyar fil Ghayatil Ikhtishar, penulis: Imam Taqiyuddin Abu Bakar Al-Husaini). Penerbit PT. Bina Ilmu Offset, cet. II, 1997,  hal. 421

[3] Demikianlah diuraikan di bagian penjelasan HR. Bukhari dari Anas bin Malik dalam Kumpulan Hadits Shahih Bukhari Muslim. Judul asli Al-Lu’lu’ wal Marjan Fima Ittafaqa ‘alaihi Asy-Syaikhani Al-Bukhari wa Muslim. Penerbit Insan Kamil Solo, hal. 297

[4] Ibid.

[5] Terjemah Kifayatul Akhyar jilid 1 (judul asli: Kifayatul Akhyar fil Ghayatil Ikhtishar, penulis: Imam Taqiyuddin Abu Bakar Al-Husaini). Penerbit PT. Bina Ilmu Offset, cet. II, 1997,  hal. 421

[6] Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah. Penerbit Pena Pundi Aksara. Hal 232

[7] Minhajul Qashidin, Imam Asy-Syaikh Ahmad bin Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy. Penerjemah: Kathur Suhardi. Penerbit Pustaka Al-Kautsar. Hal. 45

Kamis, 25 Maret 2021

GUBAHANKU: KENANGAN MASA SEKOLAH_PUISI/LAGU

 



KENANGAN MASA SEKOLAH

INTRO:

Am       F           G          C

Am                                           F

TIADA TERASA WAKTU YANG BERLALU

G                                                          C

TINGGALKAN KENANGAN ENGKAU DAN AKU

F                                   Dm

KEBERSAMAAN MASA SEKOLAH

E                                              Am

MENGUKIR KENANGAN YANG INDAH

 

                        REFF:

                        F                                   G

                        [SELAMAT TINGGAL SAHABAT

E                                  Am

                        SELAMAT TINGGAL KAU TEMAN

                        Dm                   E                      Am

                        DIRIMU ‘KAN TETAP DALAM INGATAN] 2X

Am                               F

BERTAHUN BERSAMA KITA LEWATI

G                                  C

SUKA DAN DUKA KITA RASAI

F                                   Dm

MESKIPUN SEMUA AKAN PERGI

E                                              Am

PELUK ERAT SEMUA DALAM MEMORI

 

REFF:

                        F                                   G

                        [SELAMAT TINGGAL SAHABAT

E                                  Am

                        SELAMAT TINGGAL KAU TEMAN

                        Dm                   E                      Am

                        DIRIMU ‘KAN TETAP DALAM INGATAN] 2X

 

A SONG BY: NASRULLAH/ANASSEKUDUK

LIRIK: 22-4-2017/CHORD: 23-4-2017

PERDANA DITAMPILKAN DI DEPAN AUDIENS: 12-5-2017

GUBAHANKU: LAGU DAN PUISI

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...

Alhamdulillah washshalatuwassalamu’alarasulillah. Bagaimana kabar para pengunjung sekalian? Moga saudara semua baik-baik saja. Pada sua kali ini, kami ingin mengunggah beberapa gubahan yang sempat terdokumentasikan. Adapun gubahan pada unggahan kali ini ada yang berupa lagu yang liriknya disusun untuk media pembelajaran mata pelajaran Qur’an Hadits yang diampu di MTs. M. Basiuni Imran Sambas. Ada juga puisi/monolog/refleksi yang kemudian dijadikan lagu. Moga unggahan kali ini bermanfaat. Wallahulmusta’an...

 

SUDUT MUHASABAH (PUISI/MONOLOG)

BETAPA KURANG SYUKURKU

BETAPA KURANG SABARKU

HADAPI UJIAN HIDUP...DARIMU....

DI SUDUT MUHASABAH KUMEMANGGILMU

            DALAM SENDIRI KUTERMENUNG

            DALAM SEPI AKU MERENUNG

BETAPA DIRI INI BERLUMURKAN

LUMPUR DOSA

                        DALAM SENDIRI KUTERMENUNG

                        DALAM SEPI AKU MERENUNG

                        BETAPA DI HADAPANMU KU...HINA...


TUHAN...KU DATANG BERSIMPUH DALAM PENYESALAN

ATAS SGALA SALAH DAN DOSA YANG ‘TLAH KULAKUKAN DAN TERUS BERULANG...

TUHAN...KEMANA PUN KU BERLARI MEMBAWA DIRI

YA GHAFFAR YA GHAFUR KAU SELALU MENANTI...HAMBA-MU KEMBALI

 

 

SUDUT MUHASABAH

(VERSI LAGU)

 

INTRO: 

‘1 3 7     6 1 5     4 6 3    1243

[*]

Am       G          F           C

‘1  3  7   6 7 ’1      5      4 3

BETAPA KURANG SYUKURKU

‘1  3  7   6 7 ’1      5      4 3

BETAPA KURANG SABARKU

F           G                      Em        Am      

4  3 4    6 ‘1 ‘1   7    7.....5#  7 ‘1....

HADAPI UJIAN HIDUP...DARIMU....

F                                               Em

3         4              3         4 56   6 7 6 6       5# 

DI SUDUT MUHASABAH KUMEMANGGILMU

 

[** REFF:]

            F                                   G

            ‘3   ‘2   ‘1  ‘2  ‘3  6 6    ‘2’2         

DALAM SENDIRI KUTERMENUNG

C                                  Am

‘2     ‘1  7  ‘1     ‘2   5 5       ‘1 ’1

            DALAM SEPI AKU MERENUNG

            F                                   Em                    Am

            ‘1   7   6  7 ‘1  44  ‘1    ‘1    7   7     7   6 7     ‘1 ‘1

BETAPA DIRI INI BERLUMURKAN... LUMPUR DOSA

            F                                   G

            ‘3   ‘2   ‘1  ‘2  ‘3  6 6    ‘2’2         

DALAM SENDIRI KUTERMENUNG

C                                  Am

‘2     ‘1  7  ‘1     ‘2   5 5       ‘1 ’1

            DALAM SEPI AKU MERENUNG

            F                                   Em                    Am

            ‘1   7   6  7 ‘1  44              7    65#6

            BETAPA DI HADAPANMU KU...HINA...

[***]BRIDGE:

F           G                                              Em

‘1      ‘3   ‘2 ‘3   ‘2 ‘3    ‘4  ‘3   ‘2 ‘1      7     ‘2  ‘3 ‘1

TUHAN...BERSIMPUH DIRIKU DALAM PENYESALAN

Am                               G                                              Em

‘2    ‘4 ‘3‘3  ‘2 ‘4 ‘3‘3  ‘2       7        ’2’2     ’1’1    6      ‘1’2       ‘1       77

ATAS SGALA SALAH    YANG ‘TLAH KULAKUKAN DAN TERUS BERULANG...

F           G                                              Em

‘1      ‘3   ‘2 ‘3   ‘2 ‘3    ‘4  ‘3   ‘2 ‘1      7     ‘2  ‘3 ‘1

TUHAN...KEMANA PUN KU BERLARI MEMBAWA DIRI

Am                               G                                              Em

‘2    ‘4 ‘3‘3  ‘2 ‘4 ‘3‘3  ‘2       7        ’2’2     ’1’1    6      ‘1’2       ‘1       77 65#

YA GHAFFAR YA GHAFUR KAU SELALU MENANTI...HAMBA-MU KEMBALI

[** REFF:]

(SALAM TAKZIM. DIGUBAH: SENIN, 17-10-2017, 19.32/ANASSEKUDUK: NASRULLAH)

 

 

 

QALQALAH

(IRAMA LAGU KOTAK BAND: PELAN-PELAN SAJA)

QALQALAH SECARA BAHASA: MEMANTUL, BERGERAK, BERGETAR

HURUFNYA: - ط- د – ج - ب DAN ق  BILA MATI ATAU SUKUN KARENA WAQAF...

REFF:

                        QALQALAH KUBRA... DI UJUNG KATA... MEMANTUL JELAS... CARA MEMBACANYA

                        QALQALAH SUGHRA... DI TENGAH KATA....

                        PELAN-PELAN SAJA....

 

 

HUKUM LAM DAN RA

(Irama Ost Opening Doraemon)

SEBELUM LAFAL ALLAH, HURUFNYA BARIS KASRAH

HUKUM LAM-NYA JADI TARQIQ ATAU MURAQQAH

SEBELUM LAFAL ALLAH, HURUFNYA FATHAH-DHAMMAH

HUKUMNYA LAM-NYA JADI TAFKHIM ATAU MUFAKHKHAMAH

            NAMA LAIN LAFAL ALLAH, LAFZUL JALALA... HEI! LAFZUL JALALAH

            LAM-LAM-LAM... TARQIQ ARTINYA TIPIS, TAFKHIM TEBAL....(2X)

RA TAFKHIM DITEBALKAN, RA TARQIQ DITIPISKAN

JAWAZUL WAJHAIN TEBAL TIPIS TERSERAH PILIHAN

TUJUH HURUF ISTI’LA: غ خ ق ظ ط ض ص

KITA LANJUTKAN KE RUMUS JAWAZUL WAJHAIN:

KASRAH-RA SUKUN-ISTI’LA...ITU RUMUSNYA...

HEI!! ITU RUMUSNYA...

RA-RA-RA...TARQIQ ARTINYA TIPIS, TAFKHIM TEBAL...(2X)

(SALAM TAKZIM, ANASSEKUDUK. DIGUBAH: 10-7-2017, SELESAI 10.27)

 

MAD SHILAH

(Versi OST. Hai Tayo/Air Pasang Pagi-lagu Malaysia)

 

HA DHAMIR MUTTASHIL, BERTEMU HURUF HAMZAH

ITU YANG NAMANYA, MAD SHILAH THAWILAH....LIMA! (HARAKATNYA)

HA DHAMIR MUTTASHIL, BERTEMU HURUF ‘SLAIN HAMZAH

ITU YANG NAMANYA, MAD SHILAH QASHIRAH.... DUA! (HARAKATNYA)

 

MIM SUKUN+NUN SUKUN/TANWIN

(Versi Wali Band: Cari Berkah)

NUN SUKUN DAN TANWIN, ADA 4 MACAM HUKUMNYA

IQLAB, BERUBAH:

IZHAR, JELAS:

IDGHAM MASUK, PECAH 2: BIGHUNNAH, DENGUNG:

BILA GHUNNAH, TAK DENGUNG: ITU DUA HURUFNYA

            BRIDGE:

            HUKUM MIM SUKUN ADA 3

            IKHFA’ SYAFAWI, SAMAR DI BIBIR

IDGHAM MIMI

IZHAR SHAFAWI, JELAS DI BIBIR

REFF:

IKHFA’ SYAFAWI BERTEMU ب BA

IDGHAM MIMI BERTEMU م MIM

IZHAR SYAFAWI MIM SUKUN BERTEMU YANG LAIN....

NGAJI ASYIK KALAU PAKAI ILMU TAJWID.....

 

 

 

 

 

 

 








KHUTBAH JUM'AT: SEMANGAT TAHUN BARU HIJRIYAH DAN MUHASABAH

                اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ َوَرَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّهِ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُوْهُ وَنَعُوْذُ ب...