Selasa, 21 Desember 2021

KONSEP MATERI PIK-R/REMASJD JAMI’ JAMI’ATULKHAIRIYAH SEKUDUK

 

KONSEP MATERI PIK-R/REMASJD JAMI’ JAMI’ATULKHAIRIYAH SEKUDUK

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahirabbil’alamin, bersyukur kepada Allah Saw atas nikmat iman dan Islam yang dengannya kita menjalani hidup hingga saat ini. Shalawat dan salam semoga Allah Swt anugerahkan buat junjungan kita, Nabi Muhammad Saw serta ahli keluarga, kerabat dan sahabat baginda.

Alhamdulillah, kegiatan rutin bimbingan kepada adik-adik oleh abang dan kakak di PIK-R Jami’atul Khairiyah Sekuduk yang diadakan setiap Kamis malam/malam Jum’at masih tetap terlaksana dengan lancar-jayanya. Penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat langsung serta kepada para partisipan dan supporter yang terus memberikan dukungan baik morel maupun materiil selama ini. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah Swt memandang segala yang dilaksanakan dan berikan sebagai amal baik. Semoga menjadi amal jariyah serta memberi dampak positif buat adik-adik serta abang kakak yang terlibat langsung dalam kegiatan ini tiap pekannya. Semoga tetap istiqamah dan bisa memberikan program-program yang lebih baik dan baik lagi ke depannya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Adapun pada unggahan kali ini, kami cantumkan beberapa pilihan selingan atau materi pendamping untuk kegiatan mingguan kita yang mungkin bisa diadopsi dan diadaptasi menyesuaikan dengan situasi-kondisi jika diperlukan.

1.      Hafal Hadits

Untuk adik-adik bisa diberikan materi hadits singkat, teknis penyampaiannya bisa dengan memberikan fotocopy hadits atau meminta mereka menulis di buku masing-masing setelah dituliskan di papan tulis. Berikut kami kutipkan di antara hadits yang bisa diberikan (saudara pembaca bisa berinisiatif mencari hadits-hadits lain untuk diberikan, di bawah ini kami menyampaikan contoh saja).

No.

Matan Hadits

Terjemah

1

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain (HR. Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

2

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ

Di antara petanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya. (HR. Tirmidzi)

3

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan. (HR. Muslim no. 91)

4

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ

Sebaik-bak kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. (HR. Bukhari no. 5027)

5

أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ تَحَابُّوْا

Sebarkanlah salam di antara kalian, niscaya kalian akan saling mencintai. (HR. Al-Hakim dalam Shahih al-Jami’ no. 1085)

6

تَهَادُّوْا تَحَابُّوْا

Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling menyayangi. (HR. Abu Ya’la)

7

اَلْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ

Kalimat yang baik adalah sedekah. (HR. Ahmad, shahih, At-Ta’liqat al-Hisan no. 472 )

8

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah. (HR. Tirmidzi, Shahih al-Jami’ no. 2908)

9

إِنَّا نُهِيْنَا أَنْ تُرَى عَوْرَاتُنَا

Sesungguhnya kita dilarang menampakkan aurat kita. (HR. Al-Hakim)

10

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

Orang mukmin yang paling sempurna/baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya. (HR. Tirmidzi)

 

TEKNIS:

Di antara teknis pelaksaannya dapat dilakukan dengan beberapa pilihan:

ü Menghafal

Pilih satu hadits, lalu bentuklah kelompok, misalnya satu kelompok terdiri atas 3 anak. Berikan mereka kertas fotocopy hadits atau minta mereka menulis di buku masing-masing hadits yang telah kita catatkan di papan tulis. Lalu fasilitator mencontohkan cara membaca yang benar dan minta anak-anak mengikuti (di sini secara tidak langsung kita bisa mengajarkan baca tulis hadits kepada anak-anak). Kemudian beri mereka waktu (boleh ditentukan fasilitator, misalnya 5 menit. Atau berikan kepada anak-anak pilihan perlu berapa menit untuk menghafalkannya, entah 3, 4, 5 atau seperlunya (dengan teknis ini kita bisa melatih demokratis kepada anak-anak untuk berlatih mengemukakan masukan/idenya). Selanjutnya untuk menghafal ke depan bisa dengan acak kelompok mana yang maju lebih dahulu. Menghafal pun bisa dipilih: per kelompok diwakili 1 anak atau masing-masing anak disuruh menghafalkan.

 

ü Menulis

Berikan 1 hadits pilihan. Beri waktu kelompok atau masing-masing anak untuk mengingat tulisan hadits tersebut. Setelah waktu habis, mintalah anak menuliskan hadits tersebut tanpa melihat teks di kertas yang dibagikan oleh fasilitator.

 

ü Menyambung hafalan

Bentuk kelompok yang terdiri dari masing-masing 3 anak. Kemudian pilih 1 hadits. Misalnya: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ . Lalu kita bagi menjadi:

وَ عَلَّمَهُ

تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ

خَيْرُكُمْ مَنْ

Beri waktu misalnya 5 menit untuk masing-masing anak menghafalkan matan hadits tersebut. Lalu suruh kelompok maju membacakan secara bergiliran berurutan matan haditsnya. Penilaian bisa diskor dari 1-4 meliputi misalnya: Kelancaran, Kefasihan, Kecepatan (pakai stopwatch). Tentunya penilaian ini bisa diadaptasi sesuai sikon rekan-rekan pembaca/fasilitator.

 

ü Menghafal mufradat

خَيْرُكُمْ

Sebaik-baik kalian

مَنْ

Siapa

تَعَلَّمَ

Mempelajari

الْقُرْآنَ

Al-Qur’an

وَ عَلَّمَهُ

Dan mengajarkannya

Materi ini bisa dijadikan sebagai pengantar untuk memberikan doorprize. Teknis pelaksanaan misalnya: bacakan/tuliskan hadits ini, bacakan/tulis mufradatnya. Lalu mungkin setelah pemateri tausiyah, adakan doorprize untuk 5 anak. Siapa yang bisa menjawab dapat diberikan hadiah.

 

TEKNIK PEMBENTUKAN KELOMPOK:

Ø -misalnya kita akan membuat 1 kelompok= 3 anak: tuliskan nama masing-masing anak di secarik kertas, kumpulkan. Lalu fasilitator mengacak nama yang terkumpul lalu mencabut 3 nama yang akan menjadi kelompok 1, kelompok 2 dst.

Ø -misalnya anak yang terkumpul ada 21 orang. Kita bisa menuliskan angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 masing-masingnya di 3 lembar carikan kertas. Mintalah anak mencabut 1 kertas, maka kemudian suruhlah anak yang mencabut angka 1 berkumpul dengan 2 temannya yang lain yang juga mendapat carikan kertas nomor 1, yang mencabut nomor 2 berkumpul sesama nomor 2, dst.

Ø Teknis pembentukan kelompok lainnya yang lebih efektif bisa saudara pengunjung kreasikan sendiri.

 

2.    Hafalan Materi Pengetahuan Islam Dasar

Anak-anak bisa diberikan materi pengetahuan dasar Islam seperti:

Ø Rukun Iman

1

Iman kepada Allah Swt

2

Iman kepada Malaikat

3

Iman kepada Kitab-kitab

4

Iman kepada Rasul

5

Iman kepada Hari Akhir

6

Iman kepada Qadha’ dan Qadr

 

Ø Rukun Islam

1

Syahadat

2

Shalat

3

Puasa

4

Zakat

5

Haji

 

Ø Rukun shalat

1

Berdiri

2

Niat

3

Takbiratul ihram

4

Membaca QS. Al-Fatihah

5

Rukuk dan thuma’ninah

6

I’tidal dan thuma’ninah

7

Sujud 2 kali  dan thuma’ninah

8

Duduk di antara 2 sujud dan thuma’ninah

9

Duduk tahiyat akhir

10

Membaca tahiyat akhir

11

Membaca shalawat

12

Memberi salam

13

Tertib

 

Ø Rukun haji

1

Niat Ihram

2

Wukuf

3

Thawaf

4

Sa’i

5

Tahallul

6

Tertib

 

Ø Nama-nama Malaikat

1

Jibril

2

Mikail

3

Ridwan

4

Malik

5

Munkar

6

Nakir

7

Raqib

8

Atid

9

Israfil

10

Izrail

 

Ø Nama-nama Nabi

1

Adam

6

Ibrahim

11

Yusuf

16

Zulkifli

21

Yunus

2

Idris

7

Luth

12

Ayyub

17

Daud

22

Zakaria

3

Nuh

8

Ismail

13

Syu’aib

18

Sulaiman

23

Yahya

4

Hud

9

Ishaq

14

Musa

19

Ilyas

24

Isa

5

Shalih

10

Ya’qub

15

Harun

20

Ilyasa’

25

Muhammad

 

Ø Nama-nama Bulan Hijriyah

1

Muharram

7

Rajab

2

Shafar

8

Sya’ban

3

Rabi’ul Awwal

9

Ramadhan

4

Rabi’ul Akhir

10

Syawal

5

Jumadil Awwal

11

Dzulqaidah

6

Jumadil Akhir

12

Dzulhijjah

Catatan: untuk memudahkan anak-anak menghafal bisa dibantu dengan memutarkan nasyid nama-nama bulan, nama malaikat, nama nabi dari nasyid grup Raihan misalnya.

3.   Game Teka-teki

Game ini misalnya bisa diambil dari materi yang disampaikan oleh narasumber/penyampai tausiyah/kultum yang bertugas pada hari kegiatan. Misalnya ketika narasumber menyampaikan materi tentang isi kandungan hadits:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain (HR. Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

Game ini bisa berupa pertanyaan: 1. Siapa periwayat haditsnya? 2. Siapakah nama sahabat Nabi Saw yang menerima hadits tersebut? 3. Apa pengertian sombong? 4. Apa lawan kata dari sombong? Dan sebagainya.

Atau bisa juga disampaikan materi tentang tajwid: misalnya tentang hukum nun sukun/tanwin. Lalu sampaikan pembagian hukum dan huruf-hurufnya:

Iqlab

ب

Izhar

ء ع ح ه خ غ

Idgham

ي ر م ل و ن

ينمو (بِغُنَّة)

ل ر (بِلَا غُنَّة)

Ikhfa’

ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك  

 

Lalu bisa dibuat variasi game dengan petunjuk...

Berilah tanda pada huruf-huruf di dalam tabel berikut dengan:

Iqlab= O (Lingkaran)

Izhar= ◊ (Persegi)

Idgham= ∆ (Segitiga)~

Ikhfa’= _ (Garis bawah)

ج

ص

ح

ء

ي

ب

ع

ش

ث

ن

ق

ت

و

د

خ

ظ

س

غ

م

ز

ك

ه

ف

ل

ط

ذ

ض

ر

 

4.    LCC

LCC juga bisa diberikan sebagai selingan untuk kegiatan rutin. Berikan fotocopy materi yang akan dilombakan, lalu LCC bisa dilaksanakan pada pertemuan mendatang.

 

5.   Buat Buku Jurnal Kegiatan

Contoh format:

 

Hari/Tanggal                                             : aaa/00-00-0000

Pengisi                                                       :

-         Mc                                                         = ....

-         Narasumber/Materi (Tausiyah )        = ............/.....................................................................

.......................................................................................

.......................................................................................

-         Kegiatan                                              =

 Walhamdulillahirabbil’alamin.

Sekian, salam takzim, Anassekuduk.

Rabu, 22-12-2021. Dimulai +-10.00-12.50 wib

Selasa, 28 September 2021

DOKUMENTASI BEBERAPA KEGIATAN ANAK ASUH DI KELAS X AGAMA MA. M. BASIUNI IMRAN SAMBAS

beberapa karya lomba poster di Milad Mbi Empat Puluh Dua 

Kegiatan Setoran Hafal/Tahfiz kelas X Agama

tempel-tempel dulu :D

mencatat hasil setoran yang sudah disahkan guru kelas

Juara iii lomba pidato di Milad MBI: Salwa perwakilas X Agama

Ekskul Hadrah yang diikuti beberapa siswa dari X Agama




Ukur Tinggi dan Berat Badan

Pencatatan TB dan BB Siswa X Agama

Mendampingi Ekskul Paskibra yang diikuti beberapa siswa X Agama


Persiapan Lomba Milad MBI...buat manggar, yel-yel, pidato dst







Pembinaan dari Kamad MA. M. Basiuni Imran Sambas: Nurhalimah, S.Pd.I





Praktik Mahasiswa PPL IAIS Sambas: bang Yusril

Musyawarah untuk mufakat dengan anak asuh X Agama





Ikut lomba daring dulu kitanya :D


Latihan tim Shalawat yang diikuti salah satu siswa X Agama





 

Kamis, 29 Juli 2021

Khutbah Jumat “Di Pandangan Allah Tidak Ada yang Percuma”.

 

 

Khutbah Jumat “Di Pandangan Allah Tidak Ada yang Percuma”.

[dikutip dengan sedikit adaptasi dari buku “Di Bulan Ramadhan Hati Al-Qur’an Berdzikir” karya Ust. H. Uti Konsen U.M]

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ َوَرَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ وَالرَّسُوْلِ الْعَظِيْمِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يوْمِ الدِّيْنِ.قَالَ اللهُ فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْم: يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ . اَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

 

Alhamdulillahirabbil’alamin, marilah kita bersyukur kepada Allah Swt karena dengan kehendakNya jualah, kita bisa berkumpul dalam majelis Jumat yang berbahagia ini. Shalawat dan salam moga selalu tercurah kepada Nabi junjungan kita, Muhammad Saw, beserta ahli keluarga dan para sahabat beliau. Mengawali khutbah ini, tak lupa khatib berpesan, marilah kita selalu menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Taqwa Sebagai insan yang faqir ilmu, khatib juga mengutarakan tidaklah yang berbicara ini lebih baik daripada yang mendengarkan. Kami memohon kepada Allah Swt, hidayah dan inayahNya semoga apa yang disampaikan mengandung kebenaran dan memberi kebermanfaatan.

 

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Pada hari Jumat yang diberkahi ini, khatib akan menyampaikan khutbah dengan judul

“Di Pandangan Allah Tidak Ada yang Percuma”.

Kaum muslimin, jamaah jumat rahimakumullah.....

            Sungguh menakjubkan manusia ciptaan Allah ini. Tidak ada seorangpun yang sidik jari atau retak tangannya sama. Falsafahnya, sudah merupakan sunnatullah bahwa tidak ada seorangpun yang bernasib persis sama. Semuanya memiliki kelebihan, sebagaimana semuanya pula memiliki kekurangan. Namun dengan potensinya masing-masing, siapa pun bisa mendekati Tuhan. Dengan kata lain tidak perlu ada istilah minder atau rendah diri. Sebagaimana Allah Swt menegaskan:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling  mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Seorang sufi bernama Abu Said Abul Khair berkata: “Banyak jalan mendekati Tuhan, sebanyak bilangan nafas para pencari Tuhan. Tetapi jalan yang paling dekat kepada Allah adalah membahagiakan orang lain di sekitarmu. Engkau berkhidmat kepada mereka.”

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra berpesan: “Hanya orang yang bekerja demi kesejahteraan orang lainlah yang akan mendapatkan kesejahteraan di akhirat.”

Imam Muhammad bin Al-Munkadir pernah ditanya: “Apakah amal yang paling utama?” Beliau menjawab: “Memberikan rasa bahagia kepada orang mukmin.” Ditanyakan pula: “Amal dunia apakah yang paling Anda sukai?” Beliau pun menjawab: “Berbuat lebih baik kepada kawan- kawan.”

Dan jika ingat kembali, ada sebuah hadits dari sahabat Jabir Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda:

وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Adapun jikalau belum bisa memberikan manfaat kepada sesama, maka ada baiknya kita juga mengingat hadits dari Baginda yang lain:

اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ اَلْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim (yang baik) adalah seseorang yang kaum muslimin selamat dari keburukan lisan dan tangannya.”

 

Kaum Muslimin Rahimakumullah,

            Ada perumpamaan menarik. Dikisahkan seorang tukang air memiliki dua tempayan besar. Kedua tempayan itu digantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Salah satu dari tempayan itu, yaitu yang di sebelah kiri, retak. Akibatnya air di tempayan retak itu yang dibawa dari sungai ke rumah majikannya, tinggal separo. Sisanya berceceran di sebelah kiri jalan. Begitulah kejadian itu berlangsung 2 tahun. Konon pada suatu hari si tempayan retak itu berkata kepada si tukang air: “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri dan saya mohon maaf kepadamu.” “Kenapa?”, tanya si tukang air. “Aku selama ini hanya mampu membawa setengah porsi dari yang seharusnya karena keretakanku. Karena cacatku ini, aku telah membuatmu rugi.” Setelah terdiam sejenak, si tukang air berkata: “Apakah kamu memperhatikan bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu? Kau tak pernah melihat bunga di sisi jalan tempayan yang tidak retak itu. Hal itu karena aku menyadari akan kekuranganmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu. Setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kau mengairi benih-benih itu. Selama 2 tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu seperti adanya, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

 

Kaum Muslimin Rahimakumullah,

            Karena itu dalam pergaulan atau cara memandang orang lain, kita tidak boleh menganggap remeh orang lain bagaimanapun keadaannya. Kita patut menyimak pesan Nabi Yusuf As: “Tidak sekali-kali Anda bertemu orang lain kecuali Anda melihat bahwa dia memiliki kelebihan di atas Anda.” Demikian pula orang arif bijak mengajarkan kepada kita untuk bersangka baik kepada orang lain, memandang bahwa mereka memiliki sisi kelebihan dan kebaikan yang mungkin tidak kita ketahui, sambil mengelola hati agar tidak jatuh kepada sikap takabur. Mereka berpesan: jika kita bertemu dengan mereka yang lebih tua, maka katakanlah bahwa mereka telah lebih dahulu beriman, lebih dahulu dan telah lebih banyak beramal shaleh. Dengan demikian, mereka lebih baik daripadaku. Jika berhadapan dengan mereka yang lebih muda, maka katakanlah, bahwa dosa mereka masih sedikit dibandingkan denganku. Dengan demikian ia lebih baik dariku. Saat memandang teman sebaya, katakanlah aku lebih tahu akan dosa dan kekuranganku, sementara aku tidak tahu akan keadaan dirinya. Aku tidak akan mempertaruhkan keyakinanku (atas dosa yang aku lakukan) terhadap persangkaan dan keraguanku atas dosa yang mungkin dia lakukan. Bila mendapat pujian dari orang lain, maka itu semua adalah semata pandangan mereka dan kemurahan Allah yang menutupi aib kita. Sehingga ada panduan doa dari Rasulullah Saw yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Baihaqi ketika seseorang mendapat pujian yang bunyinya

[اَللَّهُمَّ لَاتُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِى مَالَا يَعْلَمُوْنَ، وَاجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ ]

Yang artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau menghukumku disebabkan pujian yang mereka ucapkan, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui, dan jadikan aku lebih baik daripada penilaian mereka atas diriku.”

Sedangkan saat diri diremehkan oleh orang lain, maka katakanlah: “Hal ini terjadi akibat kesalahan-kesalahanku sendiri.” Lalu bersegeralah memperbaiki diri.

Jamah Jum’ah rahimakumullah....

Demikian khutbah singkat yang dapat khatib sampaikan, moga bermanfaat bagi kita sekalian.

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ...

KHUTBAH JUM'AT: SEMANGAT TAHUN BARU HIJRIYAH DAN MUHASABAH

                اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ َوَرَحْمَتُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّهِ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُوْهُ وَنَعُوْذُ ب...